PRAKTEK PEMBIAYAAN MURABAHAH TERHADAP KPR


PRAKTEK PEMBIAYAAN MURABAHAH TERHADAP KPR
Fadhil Budi Rahmanda ( 20181311011 )
STIE Indonesia Banking School

Pengertian bank menurut undang-undang No. 21 Tahun 2008 yaitu “Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan dana tersebut kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat”. 
Sedangkan pengertian bank syariah menurut UU No. 21 Tahun 2008 dalam pasal (1) yaitu: Bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya terdiri dari Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Syariah.
Dalam layanan perbankan syariah yang berhubungan dengan penyaluran dana seperti pemberian pembiayaan kepada nasabah, dapat dilakukan dengan berbagai bentuk akad sesuai dengan kebutuhan dari nasabah sendiri. Salah satu bentuk pembiayaan yang paling sering diberikan kepada nasabah adalah pembiayaan konsumtif untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dari nasabah.Pembiayaan konsumtif terbagi dalam beberapa macam produk yang dapat dibiayai, mulai dari barang, mobil, barang-barang mewah, sampai kepada kepemilikan rumah.
Tujuan pembiayaan dibedakan menjadi 2 (dua) kelompok yaitu:
1.      Tujuan pembiayaan tingkat makro adalah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, tersedianya dana bagi peningkatan usaha, peningkatan produktivitas, membuka lapangan kerja baru, terjadinya distribusi pendapatan.
2.      Tujuan pembiayaan tingkat mikro adalah untuk memaksimalkan laba, meminimkan risiko, pendayagunaan sumber ekonomi, dan penyaluran kelebihan dana.
Sedangkan jenis-jenis pembiayaan dilihat dari tujuan penggunaanya, pembiayaan dibagi menjadi 3 (tiga) jenis yaitu:
1.      Pembiayaan Investasi
2.      Pembiayaan Modal Kerja
3.      Pembiayaan Konsumsi
Pengertian Murabahah adalah akad jual beli atas barang tertentu, di mana penjual menyebutkan harga pembelian barang kepada pembeli kemudian menjual kepada pihak pembeli dengan mensyaratkan keuntungan yang diharapkan sesuai jumlah tertentu.Dalam akad murabahah, penjual menjual barangnya dengan meminta kelebihan atas harga beli dengan harga jual.
Pemberian pembiayaan kepemilikan rumah di bank syariah umumnya menggunakan akad Murabahah (jual-beli).Akad Murabahah (jual-beli) yaitu akad (perjanjian) jual beli barang, dalam hal ini adalah rumah, dimana si penjual menyatakan harga perolehannya dan marjin(keuntungan) yang diinginkan pada saat penjualan kepada si pembeli atas kesepakatan bersama. Transaksi dengan akad Murabahah (jual-beli) ini dapat dilaksanakan dengan berbagai cara yaitu, dapat berbentuk tunai setelah menerima barang, ditangguhkan dengan cicilan setelah penerimaan barang, ataupun ditangguhkan dengan membayar sekaligus dikemudian hari.
Penerapan Akuntansi Murabahah Terhadap KPR. Kredit kepemilikan rumah merupakan pembiayaan murabahahyang bersifat konsumtif. Dimana bank menyediakan pinjaman data untuk membeli rumah, tanah kavling atau untuk merenovasi rumah yang diperlukan calon penerima kredit, untuk dibayar kembali saat jatuh tempo dengan cara cicilan dan batas maksimal cicilan selama 15 tahun. Pada saat akad, pembiayaan KPR diakui pada saat pencairannya sebesar pokok pembiayaan yang diberikan dan keuntungan yang disepakati.
Kasus 1
            Pada tanggal 1 Maret 20XA PT Kemal Sejahtera melakukan negosiasi dengan BPRS Khairu Ilahi untuk memperoleh fasilitas Murabahah dengan pesanan pembelian 1 set server seharga Rp80.000.000 dengan rencana sebagai berikut:
Harga total barang
Rp80.000.000
Uang muka
Rp20.000.000
Pembiayaan oleh BPRS
Rp60.000.000
Margin
Rp7.375.570,25
Harga jual
Rp87.375.570,25 (harga barang plus margin)
Jumlah bulan angsuran
18 bulan
Biaya administrasi
0.5% dari pembiayaan oleh BPRS

Diminta:
1.      Hitunglah angsuran per bulan yang mesti dibayar oleh PT Kemal Sejahtera.
2.      Hitunglah persentase keuntungan dari total piutang neto.
3.      Hitunglah besar margin dan pokok piutang dalam setiap angsuran perbulan yang dibayar oleh PT Kemal Sejahtera jika menggunakan metode proposional.
Jawab
1.      Angsuran per bulan                 = (Total Piutang – Uang Muka)/jumlah bulan pelunasan
= (Rp87.375.570,25 - Rp20.000.000)/18 bulan
= Rp67.375.570,25/18 bulan
= Rp3.743.087,24
2.      Persentase Keuntungan           = (Total Margin/Total Piutang Neto) x 100%
= (Rp7.375.570,25/ Rp67.375.570,25) x 100%
= 0,11 x 100%
= 11%
3.      Margin per bulan                     = persentase keuntungan x angsuran per bulan
= 11% x Rp3.743.087,24
= Rp411.739,6
Pokok per bulan                      = angsuran per bulan – margin per bulan
                                                            = Rp3.743.087,24 - Rp411.739,6
                                                            = Rp3.331.347,64
Dengan demikian, untuk setiap pembayaran angsuran sebesar Rp3.743.087,24 per bulan, terkandung di dalamnya margin sebesar Rp411.739,6 dan pokok sebesar Rp3.331.347,64
Kasus 2
Dengan menggunakan data pada Kasus 1, buatlah jurnal untuk transaksi berikut:
1.      Tanggal 3 Maret 20XA, PT Kemal Sejahtera menyerahkan uang muka sebesar Rp20.000.000 kepada BPRS.
Db. Rekening nasabah – PT Kemal Sejahtera Rp 20.000.000
            Kr. Uang Muka                                                                       Rp 20.000.000

2.      Tanggal 8 Maret 20XA, Untuk keperluan transaksi murabahah dengan PT Kemal Sejahtera, BPRS melakukan pembelian barang pesanan PT Kemal Sejahtera kepada pemasok senilai Rp80.000.000 secara tunai.
Db. Persediaan aset murabahah                                  Rp 80.000.000
            Kr. Kas/rekening nasabah – pemasok*                                   Rp 80.000.000

3.      Tanggal 10 Maret, akad jual beli murabahah disepakati antara Bank dan PT Kemal Sejahtera. Pada saat itu Bank langsung menyerahkan satu set server kepada PT Kemal Sejahtera.
Db. Piutang murabahah                                              Rp 87.375.570, 25
            Kr. Persediaan aset murabahah                                               Rp 80.000.000
            Kr. Margin murabahah yang ditangguhkan                            Rp   7.375.570, 25

4.      Pada tanggal akad, uang muka yang sebelumnya sudah diterima oleh BPRS diakui sebagai pengurang piutang murabahah.
Db. Uang muka                                                           Rp 20.000.000
            Kr. Piutang murabahah                                                           Rp 20.000.000

5.      Pada tanggal akad, nasabah dikenakan biaya administrasi sebesar 0.5% dari pembiayaan oleh BPRS.
Db. Rekening nasabah - PT Kemal Sejahtera             Rp       300.000
            Kr. Pendapatan administrasi                                                   Rp       300.000
(Rp 60.000.000 x 0.5%)

6.      Tanggal 10 April 20XA, saat jatuh tempo angsuran pertama nasabah membayar sebesar Rp3.743.087,24
Db. Kas/Rekening nasabah – PT Kemal Sejahtera     Rp.  3.743.087,24
            Kr. Piutang nasabah                                                                Rp   3.743.087,24
Db.  Margin yang ditangguhkan                                 Rp      409.753, 9028
Kr.  Pendapatan margin murabahah                                        Rp.     409.753, 9028

7.      Pada pembayaran bulan Mei, hingga tangal jatuh tempo angsuran kedua, BPRS belum menerima pembayaran angsuran dari PT Kemal Sejahtera. Pembayaran angsuran baru dilakukan oleh nasabah pada tanggal 20 Mei, sebesar Rp3.743.087,24 melalui debit rekening.
10 Mei 20XA
Db. Piutang murabahah jatuh tempo                          Rp   3.743.087,24                  
            Kr. Piutang murabahah                                                           Rp   3.743.087,24
Db.Margin murabahah yang ditangguhkan                Rp      409.753,9028   
Kr. Pendapatan margin murabahah – akrual                           Rp      409.753,9028
20 Mei 20XA
Db. Kas/Rekening nasabah – PT Kemal Sejahtera     Rp   3.743.087,24
            Kr. Piutang murabahah jatuh tempo                                       Rp   3.743.087,24
Db. Pendapatan margin murabahah – akrual              Rp      409.753,9028   
            Kr. Pendapatan margin murabahah                                         Rp      409.753,9028 

8.      Tanggal 10 Juni (tanggal jatuh tempo angsuran ketiga), ketika BPRS hendak mendebit rekening nasabah, didapati tidak terdapat dana yang cukup di rekening PT Kemal Sejahtera untuk membayar angsuran ketiga. Saldo rekening yang tersedia hanya Rp1.025.000 dan BPRS mendebit rekening sebesar Rp1.000.000.
10 Juni 20XA
Db. Kas/Rekening nasabah – PT Kemal Sejahtera     Rp   1.000.000
Db. Piutang murabahah jatuh tempo                          Rp   2.743.087,24
            Kr. Piutang murabahah                                                           Rp   3.743.087,24
Db. Margin murabahah yang ditangguhkan               Rp      409.753,9028
            Kr. Pendapatan margin murabahah                                         Rp      109.469,5039
            (10,94695039% x Rp 1.000.000)
            Kr. Pendapatan margin murabahah – akrual                           Rp      300.284,3989
9.      Tanggal 5 Juni, PT Kemal Sejahtera membayar kekurangan pembayaran angsurannya sebesar 2.743.087,24.
Db. Kas/Rekening nasabah – PT Kemal Sejahtera     Rp   2.743.087,24
            Kr. Piutang murabahah jatuh tempo                                       Rp   2.743.087,24
Db. Pendapatan margin murabahah – akrual              Rp      300.284,3989
            Kr. Pendapatan margin murabahah                                         Rp      300.284,398

10.  Hingga tangal 10 Juli, PT Kemal Sejahtera tidak memenuhi kewajiban pembayaran angsuran keempat.
Db. Piutang murabahah jatuh tempo                          Rp.  3.743.087,24
Kr. Piutang Murabahah                                                           Rp.  3.743.087,24
Db.
Margin murabahah yang ditangguhkan               Rp      409.753,9028
Kr. Pendapatan margin murabahah – akrual                           Rp      409.753,9028

11.  PT Kemal Sejahtera baru membayar kewajibannya pada tanggal 5 Agustus 20XA. Karena ketidakdisiplinan PT Kemal Sejahtera tersebut, BPRS mengenakan denda sebagaimana yang telah disepakati dalam akad, yaitu sebesar 10% dari total pendapatan margin akrual yang tertunggak. PT Kemal Sejahtera mengakui ketidakdisiplinannya dan bersedia membayarnya. Semua pembayaran dilakukan pada tanggal 5 Agustus 20XA.
Pembayaran angsuran
Db. Kas/Rekening nasabah – PT Kemal Sejahtera     Rp.   3.743.087,24
Kr. Piutang murabahah jatuh tempo                                       Rp.  3.743.087,24
Db. Pendapatan margin murabahah – akrual              Rp.     409.753,9028
Kr. Pendapatan margin murabahah                                         Rp.     409.753,9028

Pembayaran denda
Db. Kas/Rekening nasabah – PT Kemal Sejahtera     Rp.       40.975,39028
Kr. Rekening Dana kebajikan                                                 Rp.       40.975,39028
            (10% x Rp 409.753,9028)
12.  Tanggal 10 Agustus 20XA, PT Kemal Sejahtera bermaksud melunasi sisa kewajiban dengan nilai buku Rp52.403.221,30 yang terdiri atas pokok pembiayaan sebesar Rp46.666.666,66 dan margin yang ditangguhkan sebesar Rp5.736.554,64. Disepakati pada saat pelunasan bahwa potongan pelunasan akan diberikan sebesar 80% dari sisa margin murabahah yang masih ditangguhkan.

Db. Beban potongan pelunasan murabahah                Rp.   4.589.243,712
Kr. Piutang murabahah                                                           Rp.   4.589.243,712
            (80% x Rp 5.736.554,64)
Db. Kas/Rekening nasabah                                         Rp. 47.813.977,588
Kr. Piutang murabahah                                                           Rp. 47.813.977,588
(Rp 46.666.666,66 + (Rp 5.736.554,64 – Rp 4.589.243,712))
Db. Margin murabahah ditangguhkan                        Rp.   5.736.554,64
Kr. Pendapatan margin murabahah                                         Rp.   5.736.554,64

13.  Buatlah jurnal untuk tanggal 10 Agustus 20XA, jika potongan pelunasan dilakukan setelah pelunasan dan bukan saat pelunasan seperti pada poin 12 di atas.
Db. Kas/Rekening nasabah                                         Rp. 52.403.221,30
Kr. Piutang murabahah                                                           Rp. 52.403.221,30
Db. Margin murabahah yang ditangguhkan               Rp.   5.736.554,64
Kr. Pendapatan margin murabahah                                         Rp.   5.736.554,64
Db. Beban potongan pelunasan murabahah                Rp.   4.589.243,712
            Kr. Kas/Rekening nasabah                                                      Rp.   4.589.243,712
DAFTAR PUSTAKA
1.       Nasir, S. M., & Sululing, S. (2015). Penerapan Akuntansi Murabahah Terhadap Pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah Pada Bank Syariah Mandiri Cabang Luwuk. Jurnal Akuntansi/Volume XIX, No. 01 , 110-128.
2.       Yaya, R., Martawireja, A. E., & Abdurrahim, A. (2017). Akuntansi Perbankan Syariah. Jakarta: Salemba empat, 198-200

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TRANSAKSI IJARAH

AKUNTANSI TRANSAKSI DANA ZAKAT, DANA KEBAJIKAN, DAN PINJAMAN QARDH

RESUME PERBEDAAN KDPPLKS dengan KKPK